<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425</id><updated>2012-01-21T04:07:51.569-08:00</updated><title type='text'>Sweet Escape</title><subtitle type='html'>ketika tak kau temukanku di sisimu, aku di sini, sedang sembunyi..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-747161692193869726</id><published>2011-12-25T17:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T20:23:57.792-08:00</updated><title type='text'>Menari</title><content type='html'>Semerta saja teringat sebuah lagu yang pernah dinyanyikan oleh anak-anak KJD di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu. Lagu dengan aransemen sederhana tetapi memiliki lirik yang luar biasa. Dengan memilih judul “Menari”, lagu ini tentu saja bukan hendak menceritakan tentang macam-macam tarian yang ada di negeri ini.  Singkat cerita, lagu ini ingin mengatakan bahwa di dunia ini tak ada yang tak menari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di semesta ini melakukan tariannya masing-masing sebagai usaha untuk mencapai tujuannya. Karena menari berarti senantiasa bergerak. Menari berarti bergerak gemulai tapi pandai. Menari berarti bergerak lincah dan terarah. Menari berarti bergerak penuh seni yang falsafi. Bergerak sesuai dengan harmoni yang telah digaristuntunkan oleh Sang Gusti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pun pernah mendengar tarian sufi yang populer dengan sebutan tarian darwis. Tarian yang menurut ceritanya, penciptanya adalah seorang sufi besar Islam, Jalaluddin Rumi. Dengan gerakan berputar ke kanan, beporos pada satu titik tertentu, dan kepala menghadap ke atas, tarian ini seakan-akan mengisyaratkan bahwa walaupun akhirnya dalam hidup ini manusia sering terkecoh oleh ombang-ambing segala tetek-bengek urusan duniawi, pada hakekatnya Tuhan telah menggariskan sesuatu yang nyata dan jelas untuk dianut. Kaki yang berpijak pada satu titik pusat sebagai poros putaran yang bergaris lurus dengan kepala yang mengahadap ke atas, sebagai upaya seorang hamba yang senantiasa mengharapkan kerelaan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6Ag3btbvA0Y/Tw5gDjSjSiI/AAAAAAAAALU/05LmtFmC6YU/s1600/index.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="144" width="135" src="http://2.bp.blogspot.com/-6Ag3btbvA0Y/Tw5gDjSjSiI/AAAAAAAAALU/05LmtFmC6YU/s400/index.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku setuju saat kau bilang di dunia ini tak ada yang tak menari. Karena ternyata kaki tangan tubuh dan jiwa kita pun enggan berhenti. Menarikan satu, dua, hingga berjuta-juta. Menarikan rasa, rasa, dan segala macam rasa; bahagiatolol, sedihkecut, marah dan ramah di segala remeh-temeh karsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menari saat bahagia sekaligus ketololan menyelimuti. Menari dengan berbagai macam cara yang dikenal. Ada yang menyanyi, meratapi, bahkan ada yang hanya sunyi. Menyanyi karena bersyukur, meratapi karena tak cukup berani untuk berbagi, dan hanya sunyi sebab mati tuk sekedar bersyukur sebagai tanda kunci hati. Dan kita tetap menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun menari saat sedih menghampiri. Menarikan lidah untuk bercerita dan mengumpat, menarikan mata untuk berlinang, menarikan tangan untuk bertekad menyempurnakan yang kurang, dan semoga sebagian besarnya menarikan hati tak berpamrih untuk lebih mengharap, mendekat, dan mencinta tanpa patah arang. Tentu saja, kita masih menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita juga menari saat marah serta kecewa melanda. Bahkan ikut menari untuk rayakan pembelengguan massal dengan derita. Lihat saja manusia-manusia penggede kita di sebuah sudut kuasa. Tarian mereka vulgar dan nyata. Tarian lidah tangan kaki otak tapi tanpa hati. Walaupun begitu, kita tetap saja masih menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, kita semua menari. Menarikan tarian-tarian kehidupan. Diiringi irama syahdu rengkuhan Tuhan, dan kadang juga dengan irama sendu tangisan semesta atas ketidakharmonisan manusia atas hakekat jiwanya, dan kita terus saja menari. Menari ceria walau  kadang juga lara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, 9 Desember 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-747161692193869726?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/747161692193869726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/12/menari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/747161692193869726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/747161692193869726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/12/menari.html' title='Menari'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6Ag3btbvA0Y/Tw5gDjSjSiI/AAAAAAAAALU/05LmtFmC6YU/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-6420500616643760905</id><published>2011-10-25T17:24:00.000-07:00</published><updated>2011-12-02T21:11:21.985-08:00</updated><title type='text'>Ruang Tunggu</title><content type='html'>By: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0vYHCHsiCew/TtmvauePH1I/AAAAAAAAAKY/0JmabSDqGXw/s1600/images4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="194" width="259" src="http://1.bp.blogspot.com/-0vYHCHsiCew/TtmvauePH1I/AAAAAAAAAKY/0JmabSDqGXw/s400/images4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini gelap, Tuan&lt;br /&gt;Malam ini senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk dan rebahkanlah&lt;br /&gt;Akan kunyalakan lentera dan kugelar tikar pandan&lt;br /&gt;Beberapa ubi rebus pun telah siap dihidangkan&lt;br /&gt;Biarkan aku saja yang menunggunya malam ini&lt;br /&gt;Karena malam ini gelap, Tuan&lt;br /&gt;Malam ini senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau telah berdiri disini sejak tiga purnama lalu&lt;br /&gt;Bertasbih dengan hitungan bintang-bintang beribu&lt;br /&gt;Menatap tak berkedip pada ujung jalan yang berbatu itu&lt;br /&gt;Mencari, menanti, termenung, dan senantiasa menunggu&lt;br /&gt;Padahal malam ini gelap, Tuan&lt;br /&gt;Malam ini senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah sejenak cermin di ruang tengah&lt;br /&gt;Akan kau dapati tubuhmu tak segagah dulu&lt;br /&gt;Kulit dan ototmu tak lagi kencang memberangah&lt;br /&gt;Tampak kantung ungu membiru di bawah matamu&lt;br /&gt;Tapi kenapa kau tak juga mengaku kalah pada lelah&lt;br /&gt;Sudahlah Tuan, malam ini gelap&lt;br /&gt;Malam ini senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini memang gelap&lt;br /&gt;Malam ini benar-benar senyap&lt;br /&gt;Tetapi, adalah dia pelita &lt;br /&gt;Adalah dia cita-cita&lt;br /&gt;Haruskah kuberhenti menanti dan mencari?&lt;br /&gt;Biarkanlah saja aku di sini&lt;br /&gt;Meskipun malam ini gelap&lt;br /&gt;Walaupun malam ini kian senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 18 Oktober 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-6420500616643760905?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/6420500616643760905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/10/ruang-tunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6420500616643760905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6420500616643760905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/10/ruang-tunggu.html' title='Ruang Tunggu'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0vYHCHsiCew/TtmvauePH1I/AAAAAAAAAKY/0JmabSDqGXw/s72-c/images4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-6691009746965296813</id><published>2011-07-29T21:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T20:55:25.761-07:00</updated><title type='text'>Episode Sri Vol. 3</title><content type='html'>By Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QHwNFS33ryU/TjYjn0zYfiI/AAAAAAAAAI8/dAj3Fp6B7lI/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="279" width="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-QHwNFS33ryU/TjYjn0zYfiI/AAAAAAAAAI8/dAj3Fp6B7lI/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesta. Bergempul asap beraneka. Menggelut, melebur, menyatu. Sebuah bubungan menjulang di nirwana angkasa malam. Bercampur dengan lebat tebal kabut gunung tempat bertapa putra ketiga Dewi Kunti, Arjuna. Gempulan berbagai asap dan kabut itu menyelimut hangatpekatkan malam. Menutupsamarkan bintang dan rembulan. Asap obor berpuluh, asap kayu bakar, asap celeng hampir hangus, asap tembakau yang dihisapsemburkan oleh segenap manusia lupa. Seekor burung hantu bertengger di ujung dahan. Tak pernah berpura-pura membelalak, karena memang ia sudah begitu adanya. Seorang pengelana tua, mabuk dan termenung, tampak duduk disudut ramai. Menerawangkan sebuah saat di kala muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah khalayak, tepatnya di sekitar api unggun menyala, seorang muda gagah berseru meminta perhatian dari segenap manusia yang ada. Mungkin memang cukup tangguh ia dalam hal minuman keras seperti itu, terlihat dari berkendi arak yang telah dilahaphabis olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesta ini adalah untuk merayakan keberhasilanku sebagai adipati baru di Linggabuana ini. Dan tentu saja, malam ini takkan pernah lengkap tanpa uji ketangguhan.” Pemuda itu berdehem, dan melanjutkan kembali, “Aku, Barapati Trunggojoyo, adipati Linggabuana, menantang siapapun dari kalian untuk adu olah kanuragan denganku. Siapapun kalian yang mampu mengalahkanku, kurelakan wanitaku padanya”. Ucapnya lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah iblis darimana yang telah merasukinya. Asal tahu saja, istrinya adalah seorang yang bersahaja yang begitu dikagumi seantero Linggabuana. Banyak sekali pemuda, bahkan yang tua, yang begitu mendambanya. Kecantikannya tak mungkin diragukan lagi. Kecantikan yang mampu meluluh lantakkan hati setiap laki-laki yang berani menatapnya. Kecantikan yang pasti menumbuhkan benci dan cemburu setiap wanita. Kecantikan yang mungkin memang ia titisan para dewa, sehingga segala kesempurnaan bertumpu hanya padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau gila Bara!”, ucap seorang tua tak jauh dari tempat Barapati berdiri menyilangkan tangan, seseorang dari sekian banyak orang tua yang harus disebutnya sebagai paman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau berani manjadikan istrimu itu sebagai taruhan! Kau tahu apa jadinya jika kau kalah. Atau kau memang sudah ilang warasmu?” lanjutnya penuh amarah tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memang gila paman Petingkir. Aku gila karena belum menemukan seorang pun yang mampu mengalahkanku. Aku belum pernah sekalipun menemukan lawan tanding yang seimbang dan menantang bagiku. Selama ini yang kutemui hanya manusia-manusia pengecut tak punya nyali karena memang mereka tak memiliki kemampuan untuk sekedar tanding olah kanuragan denganku. Aku mempertaruhkan wanitaku, Sri Kumala Rajapadni, karena aku tahu aku tetap yang terhebat. Hahhahahaha..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petingkir pun mencoba mamahami pergulatan hati yang dialami oleh kemenakannya itu. Sejak kecil ia tumbuh dan dewasa dengan kehidupan yang sangat berat. Sebagai seorang anak yang tak pernah mengenal ayah dan ibunya karena lebih dulu meninggal di tangan seorang kejam bernama Gadawesi dalam sebuah pertempuran berdarah, ia ditempa oleh kakek dan paman-pamannya mendalami olah kanuragan tak berujung. Siang malam tiada henti ia berlatih. Semula tak ada yang tahu apa yang menyebabkannya begitu semangat dalam latihan, hingga suatu pagi, ia pulang dengan menenteng sesuatu yang dibungkus dengan kain sarungnya, kepala Gadawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ia marah. Ternyata ia dendam. Sekian tahun cercaan dan makian anak-anak teman sepermainan yang menyebutnya sebagai anak pungut. Dan ia pun menenggelamkan diri dalam latihan tak berujung. Kemampuan olah kanuragannya tak perlu dipertanyakan lagi, ditempa oleh begitu banyak guru. Ditambah kecerdasannya yang mampu menggabungkan begitu banyak ilmu menjadi sesuatu yang tak tertandingi. Para gurunya sudah melepasnya, mengangggapnya telah cukup mampu untuk mengangkat muka di tengah masyarakat yang selama ini mencibirnya. Kemampuannya telah melampaui guru-gurunya, kemampuannya tak lagi terukur oleh kasat mata. Maka jadilah Barapati saat ini menjadi seseorang yang selama ini diinginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barapati, untuk menjadi seorang adipati ternyata harus menggadaikan kejujuran dan kebaikan hatinya. Walaupun memang adipati Linggabuana sebelumnya adalah seorang yang keji dan seorang penguasa lalim, tapi bukan berarti ia pun harus dibunuh dan dicincang untuk kemudian digantikan oleh sang pembunuh, Barapati. Bisa jadi warga yang mengelu-elukannya pun terlena oleh kemenangan pahlawannya, hingga tak menyadari akan adanya sebuah kemungkinan nestapa mereka kan terulang. Bahwa seseorang yang mampu membunuh seorang keji juga berpotensi menjadi keji. Dan semerta Petingkir sang paman pun tersadar, bahwa peluang adanya seseorang yang mampu menghabisi Barapati pun tak pernah tertutup. Ia telah bermetamorfosa manjadi seperti itu. Barapati telah mengambil sikap atas hidupnya, maka biarlah ia juga yang menerima konsekuensi atas sebuah pilihan. Tak ada guna lagi beradu argumentasi dengannya yang tengah kalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berlalu Petingkir menepuk bahu Barapati, seraya berucap, “kau takkan pernah tahu apa yang akan terjadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu manusia-manusia di sekelilingnya menjadi sedemikian kalap dan beringas. Berpacu berlomba mengadu kemampuan tak berbendung tak berbatas. Sekian puluh pendekar dari segala penjuru beradu untuk mendapatkan hadiah terindah. Seorang wanita yang paling diidam-idamkan seluruh pelosok nagari. Menghantam, meninju, mematahkan tulang, bahkan membunuh sekalipun mereka siap. Barapati pun tampak bahagia mendapat sambutan meriah dari para tamunya itu. Mereka meladeni tantangannya dengan senang hati. Sebuah adu kemampuan yang mematikan itu pun sepadan dengan hadiah yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, disudut bilik bambu bercahayakan ublik sambu, seorang wanita muda menangis sesenggukan di pelukan embok paruh baya. Dialah Sri Kumala Rajapadni, wanita sang adipati. Seorang yang kini nasibnya seakan tak mampu ia kendalikan sendiri. Hidup yang dulu ia serahkan pada seorang pemuda tangguh penuh kasih sayang, kini benar-benar harus digadaikan dan dipermainkan. Sang pemuda, bermetamorfosa menjadi sosok yang tak bisa dikendalikan lagi. Segala ucap cinta, semua sikap sayang, dan seluruh tetek bengek perhatian atas sebuah konsekuensi rasa, sekejap saja lenyap, hangus, terbakar oleh api dendam, ambisi dan amarah. Semuanya menjadi asap terbang ke atas ditiup angin hingga ke awan pun tak mampu. Sang kekasih telah membuktikan kepada dunia, setidaknya pada dirinya, tak pernah pantas seseorang menyerahkan diri begitu saja pada siapapun yang tak berhak. Ia menangis akan hilangnya sebentuk rasa yang dulu ada. Ia tersedu pada tak berbalasnya pengaduan di malam-malam sendu. Ia memerah meradang, bahwa kekasihnya kini menjadikannya sebagai taruhan adu kemampuan durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menangislah nduk ayu, menangislah. Tumpahkan segala kecewamu. Andai kau izinkan nduk ayu, dari dulu telah kumatikan pemuda yang kau puja itu. Biarkan racunku menghancurkan setiap urat sendi tubuhnya yang telah bahu membahu menyakitimu. Tapi kau melarangku nduk. Dari sejak pertama ia menyakitimu, telah kusiapkan racun itu baik-baik di tanganku. Tapi kau selalu melarangku. Berhentilah menjadi pahlawannya nduk. Ia telah membuktikan dirinya menjadi manusia kejam dan lupa.” Ujar simbok terhanyut dalam biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memang pernah salah karena lebih memilihnya daripada patuh pada ayahanda. Maka aku tak mau mengulang salahku lagi mbok, aku tak mau berpaling dari suamiku. Aku mencintainya, meskipun ia kini tak begitu adanya. Aku menyayanginya, walaupun tak kutahu kini bagaimana ia. Aku akan selalu setia padanya, hingga suatu masa saat ia kembali datang mencinta akan adanya aku. Aku tahu itu akan terjadi, kalaupun tidak seperti itu, aku akan tetap menunggu.” gumam sang wanita muda di sela isaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada lagi yang bisa kulakukan di sini mbok. Suamiku tak lagi mengharapkanku. Saudara dan rakyatku hanya mengelu-elukan kecantikan dalam ketidakberdayaanku. Biarkan aku pergi menyambut sunyi. Mungkin memang hanya cukup seperti ini garisku bertahan bertahan di sini. Ikhlaskan aku berlalu dengan membawa pilu. Dan untuk dia, matahariku, cukup sampaikan salamku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oalah nduk ayu, aku tak bisa menahanmu untuk tetap tinggal. Pergilah jika itu memang bisa mengembalikan sebentuk senyum di parasmu. Berangkatlah bila itu memang mampu meredakan kecewa di hatimu. Semoga Gusti kan akarya jagat memberimu selamat. Dan untuk Barapati tuanmu, akan kusampaikan salammu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pucuk gelisah aku tetap menapaki jalanku. Memang sunyi karena aku sendiri. Memang sepi karena tak ada kau kini. Semerta saja aku mengenali satu masa diujung kembara rasa. kau mengenalku sebagai sosok tak bercelanoktah. Setitik setetes tak tampak tak terasa. Begitu rupawan mempesona tiada tara. Kulewatkan saja, barangkali kau sedang berharap cipratan sahaja. Kubiarkan itu berlalu, mungkin kau kan bangun lagi dari tidurpingsanmatimu. Detikmenitjamhari, masih tetap sama. Detikmenitjamhari, tak jua berubah. Aku pun goyah. Dan kutunggu lagi. Hariminggubulantahun,  kau tetap teguh. Hariminggubulantahun, membara dalam diam. Aku luluh, tersimpuh, pertahanan benar-benar runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memang berhenti di tahun adaku untukmu. Tak kurang, apalagi lebih. Karena memang di luar kuasaku, teguhmu luntur begitu saja di mataku. Kau tetap kokoh, tapi tak lagi prokoh. Kau tetap sangar, meski semakin samar-samar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keputusan untuk merampungkan sebentuk kisah. Kau lenyap menjadi asap. Maka akulah angin, berhembustiup ke segala penjuru kutub. Membawamu dan segala tentangmu ke awan. Membumbung, melambung, berarak, berjarak. Hingga semesta pun mengerti, bahkan mengenali, inilah cerita sang budak dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 16 Juli 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-6691009746965296813?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/6691009746965296813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/07/episode-sri-vol-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6691009746965296813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6691009746965296813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/07/episode-sri-vol-3.html' title='Episode Sri Vol. 3'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QHwNFS33ryU/TjYjn0zYfiI/AAAAAAAAAI8/dAj3Fp6B7lI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-381825883277289622</id><published>2011-06-13T20:28:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T21:03:07.265-07:00</updated><title type='text'>Salah Desain</title><content type='html'>By: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oOeGJsTRiAs/Tf1nNTQo3eI/AAAAAAAAAHs/v8RfUqbin4o/s1600/12998239361013970270_300x168.669527897.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="168" width="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-oOeGJsTRiAs/Tf1nNTQo3eI/AAAAAAAAAHs/v8RfUqbin4o/s320/12998239361013970270_300x168.669527897.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya mereka memang salah memilih desain&lt;br /&gt;Sebuah rumah kotak di pinggir pasar dan jalan besar&lt;br /&gt;Mereka bilang itu dinding; perpaduan triplek dan seng dengan beberapa ventilasi kecil sebab rayap, lepuh, dan karat&lt;br /&gt;Tak pula pandai mereka memilih cat; tampak bermacam poster warna-warni tertempel ngawur berlembar-lembar&lt;br /&gt;Mereka bilang itu pintu; segupil celah sempit, menempel pada dinding dengan engsel sekedar&lt;br /&gt;Mereka bilang itu atap; walaupun panas hujan tetap menjadi sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tak mungkin mengakui telah salah desain&lt;br /&gt;Meskipun tampak kontras dari menjulangwarnawarni istana sebelahnya&lt;br /&gt;Pagar besi kokohtinggiantikarat, seakan ada ratusan macan di dalamnya&lt;br /&gt;Taman hijau dibentuk bebekgajahkambingular, macam kebun binatang rupanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kotak itu, anggap saja, tak pernah salah desain&lt;br /&gt;Mungkin sang arsitek si pemilik memang senang berkawan panas dan hujan&lt;br /&gt;Atau mungkin sang arsitek si pemilik sedang mencoba untuk bisa selalu berkawan dengan panas dan hujan&lt;br /&gt;Mungkin pula sang arsitek si pemilik tidak bisa untuk tidak senantiasa berkawan dengan panas dan hujan&lt;br /&gt;Walaupun mungkin juga sang arsitek si pemilik memang rendah hati, tak gemar sesumbar, bahwa ia tak suka dengan panas dan hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 12 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-381825883277289622?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/381825883277289622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/06/salah-desain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/381825883277289622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/381825883277289622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/06/salah-desain.html' title='Salah Desain'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-oOeGJsTRiAs/Tf1nNTQo3eI/AAAAAAAAAHs/v8RfUqbin4o/s72-c/12998239361013970270_300x168.669527897.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-6193955375133739205</id><published>2011-06-13T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T01:25:30.942-07:00</updated><title type='text'>Episode Sri Vol.2</title><content type='html'>By: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Sri. Tapi aku bukan Sri itu, yang dulu saat kelas empat SD selalu kau bikin malu. Aku adalah Sri yang baru. Seorang Sri yang bekerja di pabrik sepatu. Dan membenci hari minggu. &lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;Berharap sang ayam mengubah jadwal kokoknya di pagi hari, atau paling tidak nadanya, yang kian hari terdengar kian nyaring dengan tanpa tedeng aling-aling. Rohku yang sedang menyanyi menari dalam buaian mimpi pun dibuat terengah untuk berusaha berpaling. Aku dan rutinitas hariku yang seakan tak mau digantikan sang waktu. Enam hari dalam seminggu aku mematuhtaati bergelut dengan sepatu. Kini, tiba saatnya untuk kembali menata hati, bersua dengan minggu. Hari ketika trauma masa yang dulu tergambar jelas di kelopak mataku. Dekat, erat, seakan kian merapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang salah dengan hari minggu. Satu hari yang dinobatkan sebagai hari santai internasional. Bersantai karena lepas dari rutinitas seminggu lalu. Bersantai karena menjadi masa untuk berbagi resep masakan baru, bercanda di binatu, bertawa riang di outlet- outlet sepatu, bertanding di lapangan berdebu, atau sekedar bercumbu dengan timbunan bantal beludru. Hari minggu, walau bagaimanapun, tetap ditunggu. Pak Sangi tetanggaku, seorang tukang becak tua yang sejak aku kecil dulu hingga kini tak pernah mau melepas sadel becaknya, tetap menunggu datangnya hari minggu. Ia yang mangkal di pertigaan jalan raya mengaku berpenghasilan lebih di hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pada hari minggu kuturut ayah ke kota&lt;br /&gt;Naik delman istimewa kududuk di muka&lt;br /&gt;Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja&lt;br /&gt;Mengendarai kuda supaya baik jalannya&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lagu kanak-kanak yang sangat berpengaruh sepertinya. Maka semenjak pemerintah melarang delman berkeliaran di jalan-jalan kota, para tukang becak pun mempunyai peran cukup tata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kukatakan tadi, namaku Sri. Aku bekerja di pabrik sepatu, dari hari senin hingga sabtu. Dan aku membenci hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kepergian bunda, saat itu aku baru duduk dikelas empat di sebuah SD tak jauh dari rumah,  keluargaku hanya menggantungkan hidup pada pensiunan ayah. Ayah yang sakit –atau mungkin memang benar-benar “sakit”, istri ayah –ibu- yang –mungkin pedagang rotan, dan anakistriayah –saudaratiriku- yang –entah. Aku sudah harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan ketiga perut yang senantiasa menunggu; ayah, ibu, dan seorang saudari. Saudari yang kudapat dari istri ayah, dan tak pernah bisa berbeda dari sang ibu. Tidak ada masalah bagiku memiliki adik baru yang cukup bengal, karena aku merasa telah cukup lama menjadi putri tunggal. “Apa salahnya berbagi”, pikirku di suatu pagi ketika kudapati pita pink ku, untuk kesekian kalinya, “pergi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundaku pergi di hari minggu, tanpa seorang pun tahu ia tergeletak layu. Maka kala itu aku berhenti bermain di hari minggu. Aku tak ingin melewatkan sedetiksaat pun dari hari minggu, karena tak ingin lagi bunda, dan bunda, dan bunda, dan… bunda, milikku, pergi, berlalu. Semula kusenang dengan keputusanku, hingga suatu pagi, di usia 11 ku yang dini, ayahku pulang dan menjejalpaksakan nafsunya pada si kecil aku, tanpa mampu raga ini berlaku,, aku semerta ingat, hari itu, hari minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian  ia menikah lagi, di hari minggu. Dasar ayahku sakit! istriayahku sakit! anakistriayahku sakit!. Maka jangan salahkan aku, jika aku sakit di hari minggu. Hingga suatu siang, aku termangu oleh ulah rotan sematkan memar tangan, paha, punggung, dan entah yang mana lagi, aku telah lupa, yang kuingat, itu semua diawali dihari minggu. Sejak saat itu, aku benci hari minggu. Mingguku selalu kelabu, my Sunday is always so blue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja namaku bukan Sri, maka aku akan berhenti bertahan. Kalau saja namaku tak diawali dengan “Sri”, maka aku akan menolak untuk tersenyum menawan. Kalau saja namaku bukan terdiri atas tiga huruf; s, r, dan i, maka  aku akan memilih untuk diam dalam enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena namaku Sri, bukan pecundang. Karena namaku diawali dengan “Sri”, bukan penjual tampang. Dan karena namaku terdiri atas tiga huruf; s, r, dan i, bukan *, *,dan *.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 22 Mei 2011&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n6qTgna06L4/Tf2yP0hGgEI/AAAAAAAAAIc/arptv9fF4wI/s1600/images4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="275" width="183" src="http://1.bp.blogspot.com/-n6qTgna06L4/Tf2yP0hGgEI/AAAAAAAAAIc/arptv9fF4wI/s320/images4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-6193955375133739205?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/6193955375133739205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/06/episode-sri-vol2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6193955375133739205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6193955375133739205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/06/episode-sri-vol2.html' title='Episode Sri Vol.2'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-n6qTgna06L4/Tf2yP0hGgEI/AAAAAAAAAIc/arptv9fF4wI/s72-c/images4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-8151916020239352955</id><published>2011-05-01T19:37:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T20:18:51.337-07:00</updated><title type='text'>Parade Senyum</title><content type='html'>&lt;i&gt;Permisi mas permisi&lt;br /&gt;Permisi mbak permisi&lt;br /&gt;Kulo bade ngamen ten mriki&lt;br /&gt;Tapi sayange kulo mboten saget nyanyi&lt;br /&gt;Nyanyi kulo nggeh ngeten niki&lt;br /&gt;Hahahaha,&lt;br /&gt;Saking isin bade nedi&lt;br /&gt;Satus rongatus nggeh kulo terami&lt;br /&gt;Hehehehe,&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin menikmati saja perjalanan ke-33 mudikku. Bukan sekedar faktor tuntaskan rindu di rumah, tapi juga adanya konser jalanan tak kunjung usai dari awal naik bus hingga berakhir di terminal. Kali ini, giliran pak tua dengan krencengan dari tutup botol minuman yang unjuk gigi. Meskipun, tampak jelas di sana, giginya tak mau kompak, malu-malu tak mau muncul bersamaan. Sesekali di sela-sela nyanyiannya –lebih tepat disebut ocehan– ia tertawa, hahahaha, terkekeh, hehehehe, seolah tak mau tahu dengan panasnya dunia dan bahkan telinga. Dalam mukadimahnya, pak tua mencoba jujur dengan tidak mau menyanyikan karya orang lain karena belum meminta izin, selain dia pun tak bisa. Syair gubahannya pun terdengar mengenaskan karena tak bernada, tapi kekehannya di tengah lagu itulah yang memunculkan senyum kami tak sengaja. “Ocehan” pak tua di bus Restu jurusan Surabaya-Malang, aku mengenangnya. Sebuah teguran ditengah  krisis kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum hari itu semerta mengingatkanku pada sosok pak tua lain. Seseorang yang tiba-tiba datang ke rumah, dengan gigi yang juga enggan kompak, menawarkan sapu panjang pembersih sawang. Tak ada niat membeli sebenarnya kalau bukan karena wajah letihnya yang kentara. Dia kembali lagi setelah celingak-celinguk tak ada orang di masjid sebelah rumah. “Niki nitip amal damel mesjid”, ucapnya seraya menyerahkan satu buah sapu panjang dagangannya. Senyumnya ini memang tak jauh berbeda. Dengan memanggul ke-11 buah sapu panjang di pundak kanan, dan tas kresek besar berwarna merah di tangan kiri, ia berlalu menyisakan malu. Karena banyaknya yang lupa bahwa “sapu” pun mampu menderma tanpa ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara senyum lain pun mengembang di suatu tempat tak jauh. Seseorang berjas rapi menggumamkan seru di balik meja kerjanya. Kumis tipis di atas bibir dicukur rata agar tampak senyum ramah penghasil simpati pada sosoknya. Ia tersenyum tertawa terkekeh dan terbahak oleh teriakan massa dalam demonstrasi sudi lengser dirinya. Ia tersenyum, karena pundi emas ke-41nya baru saja tersimpan apik di kolong kasurnya. Ia tersenyum, karena angka di rekening tak akan pernah membiarkannya pening. Ia tersenyum, karena merasa ialah penguasa tak mempan unjuk rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka biarkan saja senyum itu ada. Maka jangan hiraukan senyum kini meraja. Karena memang senyum tak pernah karena duka. Senyum tercipta sebagai ungkapan bahagia. Bagaimanapun bahagia itu menyisakan luka, akan tampak pada senyum siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang,31 Maret 2010&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VrQ5ae9nWyA/Tf1qh9EYy1I/AAAAAAAAAIE/-W8MvYcZLm4/s1600/images2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="267" width="189" src="http://3.bp.blogspot.com/-VrQ5ae9nWyA/Tf1qh9EYy1I/AAAAAAAAAIE/-W8MvYcZLm4/s320/images2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-8151916020239352955?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/8151916020239352955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/05/parade-senyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8151916020239352955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8151916020239352955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/05/parade-senyum.html' title='Parade Senyum'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VrQ5ae9nWyA/Tf1qh9EYy1I/AAAAAAAAAIE/-W8MvYcZLm4/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-3999491790727330609</id><published>2011-03-21T20:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T20:22:40.770-07:00</updated><title type='text'>18032011</title><content type='html'>Pagi ini aku baru saja mendeklarasikan pernyataan teranyarku tentang mati. Bahwa mati tak  selamanya harus menyeramkan hingga dihindari berjuta mil jauhnya. Bahwa mati tidak semuanya mampu tampak mempesona dengan wajah anggun dan bersahaja. Karena mati juga bisa lucu dan keren seperti adanya kita. (Weewwww !!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun ketika seorang kawan yang ternyata setelah kupikir-pikir kami setiap hari bertemu, menelponku di pagi buta, atau malah sangat buta karena masih pukul 3.30, dan bilang kangen padaku (WHAT ????). Aku terbahak pastinya karena tak menyangka kawanku yang satu ini sebegitu lebaynya. Dia pun mengajakku dan kawan-kawan yang lain untuk berkumpul seperti biasa di kampus pukul 8 tepat. Tidak ada yang boleh telat. Di tempat dan waktu yang telah disepakati, aku dan kawan-kawan yang lain sudah berkumpul sambil nggedabrus tanpa ujung sambil menunggu kawanku yang satu itu. Satu jam, dua jam, sampai lima jam menunggu tidak datang juga, kami pun bertanya-tanya apa yang terjadi, karena telpon dan sms hanya dijawab singkat. Kami pun pulang, dan semerta lupa pada penantian barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian aku bertemu dengannya. Seperti biasa, penyakit lebay alay ndak karu-karuan kumat lagi. Dan dengan alasan belum siap bertemu aku pada ide ngumpul kemarin, ia memulai ceritanya. Malam itu ia bermimpi; tentang aku kala telah datang bagiku sang Waktu. Dalam sebuah drama tragis yang hanya mengorbankan aku. Terisak ia melihatku tersenyum dalam balutan mori. Ditambah lagi ketika mayatku merasa lelah dengan posisi terlentang dan mulai mencari kenyamanan dengan sedikit miring ke kanan. Ia pun dibuat terbirit oleh mayatku yang ternyata hanya butuh sedikit pijatan lembut (hehe..). Dan ternyata setelah ganti posisi itulah kawanku itu akhirnya bisa bangun dari tidurnya, karena saat  itu mori penutup kepala mayatku terbuka, tampak dua kuncir menyembul tak sengaja. Ia pingsan dalam tidur, tapi kemudian bangun dari tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmm….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parah,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 18 Maret 2011&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dGb1CGCXjEA/Tf1raq-F-vI/AAAAAAAAAIM/W57seXK94Yw/s1600/images3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="140" width="136" src="http://3.bp.blogspot.com/-dGb1CGCXjEA/Tf1raq-F-vI/AAAAAAAAAIM/W57seXK94Yw/s320/images3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-3999491790727330609?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/3999491790727330609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/03/18032011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3999491790727330609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3999491790727330609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/03/18032011.html' title='18032011'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dGb1CGCXjEA/Tf1raq-F-vI/AAAAAAAAAIM/W57seXK94Yw/s72-c/images3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-3123411890447296634</id><published>2011-03-11T19:11:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T20:15:26.578-07:00</updated><title type='text'>Episode Sri</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semerta teringat akan satu iklan televisi program belajar pemerintah saat kecil dulu. Bernamakan sama, persis, tidak beda, atau apapun itu, dengan namanya, Sri. Terkesan kampungan untuk duniaku saat ini. Tapi itulah, nama terindah yang singgah di benak sang bapak dan emak kala itu. Semesta mereka percaya bahwa Sri adalah dewi kesejahteraan. Maka ia pun memutuskan untuk menurut saja dinamai itu. Tapi nyatanya sang dewi juga harus bermetamorfosa sesuai dengan jamannya. Karena Sri kecil dalam iklan itu harus menjadi tumbal sejahtera lingkungannya. Karena Sri sang menteri pun harus berhenti dipuja. Bahkan Sri yang ini juga harus selalu dikejutkan oleh nestapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebening embun suatu hari kubertatap ayu senyumnya. Seraya mengulurkan tangan terdengar sapa manis, hingga aku pun terhanyut dalam canda seolah tak pernah ada lara singgah dalam jagatnya. Lincah mata dan tangannya saat bertutur mengkisahkan sebuah mendung di balik semua pelangi di wajahnya. Aku pun tertegun dalam kagum. Setegar inikah karang di lautan? Sesempurna Sri-ku kah bidadari di khayangan? Maka hari-hariku pun diriuhkan oleh decakan-decakan kagum pesona ketegarannya, hingga suatu senja berdebu kutemukan ia kelabu. Wahai Sri-ku sayang Sri-ku malang, kiranya kau hendak meremukkan galaumu, telah kusiapkan jiwa ragaku bersamamu. Tuangkan segala gundah resahmu dalam cawan hatiku, kan kulebur semua itu dengan gula kasih pemberianmu dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Percayakah kau akan sejatinya rasa? Sri mengingatkanku akan rumitnya hal itu. Dalam sedu sedan tangisnya, aku menjerit untuk lara. Akankah aku berhenti percaya pada ketidakabadian rasa? Padahal Sri-ku kini sakit karenanya. Wahai kau yang telah memercikkan api bara, lihatlah Sri-ku sayang Sri-ku malang. Dari bawah bantal basah penuh airmata kutemukan penyakitnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Goblok !!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Susah sekali membuatmu mengerti,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aku tak tercipta dari batu yang kan terkikis saat kau ulur-ulur waktu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kau suka sekali bertele-tele dalam basa-basi yang semakin basi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tak bisakah kau bertindak cepat menggapai maumu tanpa banyak memikirkan strategi yang seakan selamanya hanya akan menjadi strategi tak bergigi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aku lelah,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jangan buat aku terlarut dalam lelah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hingga akhirnya kan kuanggap kisah kita telah kalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setemaram senja hatiku menghamba pada cahaya samar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karena tak kusangka akan banyak mata mencintanya dalam binar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka kuputuskan untuk menurut dan kalah dalam nanar. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Maka aku pun tak pernah menyesal untuk tidak berhenti percaya, bahwa tak ada yang abadi dalam fana, apalagi hanya sekedar rasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Malang, 11 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-D9DkwAjZ_r8/Tf1pv25BJQI/AAAAAAAAAH8/WWHDntKgV0c/s1600/images1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="229" src="http://4.bp.blogspot.com/-D9DkwAjZ_r8/Tf1pv25BJQI/AAAAAAAAAH8/WWHDntKgV0c/s320/images1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-3123411890447296634?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/3123411890447296634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/03/episode-sri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3123411890447296634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3123411890447296634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/03/episode-sri.html' title='Episode Sri'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-D9DkwAjZ_r8/Tf1pv25BJQI/AAAAAAAAAH8/WWHDntKgV0c/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-8431710708187579303</id><published>2011-02-22T04:32:00.000-08:00</published><updated>2011-06-19T00:50:49.108-07:00</updated><title type='text'>38 HARI</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Aku meminta izinmu kawan, untuk menceritakan pada dunia tentang 38 hari milik kita, yang mungkin takkan tuntas dilukiskan kata-kata. Jikalau ada sesal kawan, aku bertaruh dengan istana imajinatifku, akan kuremukkan setiap bata dan batunya yang tertata, untuk kujadikan bunga terindah dalam hatimu. Karena 38 hari itu nyatanya telah benar-benar menjadi kenangan paling ingin diulang. Setuju atau tidak, 38 hari kita terdiri atas 3 fase. Sekali lagi, Setuju atau tidak, ketiganya terarah pada satu kepastian: indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kau kawan, dalam harap dan cemas menunggu datangnya suatu masa ketika kita benar-benar harus bersama. Saat ia datang, tentu saja ceria menggelora, bahagia membadaitopankan lara, hingga dengki dan benci lenyap entah kemana. Pada saat itu, tanpa kita sadari bahaya mahadahsyat mengintai. Bahaya ego pun membuncah, merasa paling benar dan hebat. Inilah fase AKU. Segala selain dirinya hanya &lt;i&gt;nothing &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;will never be a thing&lt;/i&gt;. Menafikan semesta kawannya untuk mempercantik semestanya sendiri. Bertopikkan “AKU”, kita tetap tertawa dalam canda, menertawakan semua yang tak mau masuk dalam“AKU”. Bahkan sekedar bersapa dengan “KAU” atau “DIA” pun enggan. Maka kemungkinan yang ada adalah 38 hari kita menjadi “MILIKKU”. Tak ada lagi ruang bahkan kesempatan untuk yang lain. Selamat datang dalam dunia bencana ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tak terlalu parah dampak yang ditimbulkan oleh salah itu. Hanya mungkin dosis yang kita pakai terlalu tinggi. Maka tentu saja &lt;i&gt;nggliyeng&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;puyeng&lt;/i&gt; tak segan lagi menghampiri. Program kerja tak matang dijadikan alasan. Sikap tidak tanggungjawab  menjadi kambing hitam. Ditambah lagi dengan berjuta “karena”, sehingga selainnya pun menjadi tumbal. Malam kita tak pernah dingin kawan, malam kita penuh sesak dengan kata “ingin”. Kalau anggrek yang menempel pada mangga itu diizinkan bersuara, tentu yang terdengar adalah “J****K !!!!”, karena ternyata, kita tak pernah memberinya kesempatan untuk mendengarkan cerita indah kita, pujian manis kita. Yang ada hanyalah pertarungan angkuh dan arogansi. Koordinasi yang benar-benar mencipta frustasi. Sekali lagi kawan, jangan buat salah ini menjadi alasan untuk selalu terpuruk. Asal kau tahu, inilah fase KAMU. Semakin kita memaki, semakin kita mencari tahu sifat dan tabiat seorang kawan. Kita baru memulai untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Walaupun tampak terlalu ekstrim, tapi itulah kenyataannya. Topik kita adalah WH Question; &lt;i&gt;what, who, where, when, why &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; how&lt;/i&gt;.  Pertanyaan yang sama setiap hari; apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. Tentu saja, dalam fase ini yang menjadi objek utama adalah “KAMU”, bukan “AKU”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja 38 hari adalah sebuah ajang pencarian bakat seperti yang sedang marak akhir-akhir ini, tentulah kita pemenangnya. Bagaimana tidak, begitu banyak bakat rahasia dan dirahasiakan yang akhirnya terkuak. Kita memaksa diri kita sendiri untuk bisa. Tidak bisa tidak, karena kita memang harus selalu paling bisa. Mengesampingkan keAKUan dan keKAMUan. Sebuah spirit untuk menciptakan “AKU” dan “KAMU” yang serba bisa. Kalau bukan karena gengsi kau sudah menasbihkan KITA dalam AKU dan KAMUmu. Tapi itulah, kita sedang berada dalam masa transisi paling kejam. Karena harus membunuh dan meleburkan diri dalam KITA. Inilah akhirnya fase KITA. Berusaha menyatu dan bersama berseru: 38 hari ini milik KITA !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adakalanya kita bersatu bukan karena berada dalam satu wadah, melainkan karena berada dalam satu konflik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38 hari yang dulu ditunggu datang dan perginya&lt;br /&gt;38 hari ego ditempa dalam balutan amarah serta canda&lt;br /&gt;38 hari untuk menemukan KITA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, 21 Februari 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NfiEGqE5KQI/Tf2p1Mf-lfI/AAAAAAAAAIU/X47OYp1HotU/s1600/PICT0459.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-NfiEGqE5KQI/Tf2p1Mf-lfI/AAAAAAAAAIU/X47OYp1HotU/s320/PICT0459.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-8431710708187579303?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/8431710708187579303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/02/38-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8431710708187579303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8431710708187579303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/02/38-hari.html' title='38 HARI'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NfiEGqE5KQI/Tf2p1Mf-lfI/AAAAAAAAAIU/X47OYp1HotU/s72-c/PICT0459.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7143575306579134573</id><published>2011-02-17T20:33:00.001-08:00</published><updated>2011-02-17T20:33:44.837-08:00</updated><title type='text'>booom,</title><content type='html'>Mungkin memang terlalu jauh ia melangkah keluar, hingga batas bahaya pun dilanggar. Ia berteriak marah pada kaki tanpa mata yang tak sengaja menginjak. Maka aku pun tunduk pada erang dan merah padam dendam. Terkungkung dalam jeruji bara kecewa bahkan sesal. Tahukah kawan? Putih tak pernah benar-benar putih jika tanpa hitam sebagai pembanding, dan begitu pula sebaliknya. Tak pernah ada antagonis dalam hidup kecuali jika kau ciptakan protagonisnya. Tapi ingatlah, protagonis pun tak pernah tercipta sempurna karena tanpa cacat. Kesempurnaan hadir dalam warna-warni yang kau pilih tuk dampingi sang putih. Biarkan sang pipit keluar sarang tuk belajar terbang, ketika ia terantuk dahan jangan pernah kau salahkan, tolonglah ia, karena bahkan mengepakkan sayap pun butuh keberanian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor elang berang oleh cucuk paruh pipit terantuk ketika belajar terbang. Pipit kecil tak pernah ingin dikasihani, tapi tajam mata elang menyambar segala keberanian yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Pipit kecil mengaku salah karena gagal kepakkan sayap, tapi elang terlanjur geram atas secuil laku lemah dan mungkin bodoh tak ditolerirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7143575306579134573?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7143575306579134573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/02/booom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7143575306579134573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7143575306579134573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2011/02/booom.html' title='booom,'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-3299966902768427982</id><published>2010-12-26T19:32:00.001-08:00</published><updated>2010-12-26T19:32:50.129-08:00</updated><title type='text'>Ram,</title><content type='html'>Seorang kawan bertanya di suatu subuh berembun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah kau tuan raden yang membahasakan rasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kau menyampaikan salamku padanya, betapa kumerindu beribu tahun lamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercenung direnung.  Haruskah kuangkat belati menikam sukma agar radenku tak perlu dimiliki siapa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-3299966902768427982?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/3299966902768427982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/12/ram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3299966902768427982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/3299966902768427982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/12/ram.html' title='Ram,'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-4554143726348810802</id><published>2010-11-07T17:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T19:02:55.889-08:00</updated><title type='text'>Kita Ada Karena Cinta</title><content type='html'>Kita ada karena cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukannya tak sengaja dalam endapan pemahamanku akan cinta. Bahwa kita ada karena cinta. Diawali dengan cinta Sang Maha memiliki cinta. Memberi kesempatan untuk bersyukur. Menjadi khalifah kepercayaanNya. Mengembalikan cintaNya dengan kembali mencintaNya. Bernafas, bergumam, berlaku, semua atas nama cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ayah bunda yang dianugerahkan Sang Pemberi cinta. Mengasihi, melindungi, memenuhi segala butuh, dengan penuh cinta. Dari rahim penuh cinta bunda kita lahir. Dari setitik sperma cinta ayah kita berasal. Mengayomi, mendidik, mengajari kita dari hal sekecil apapun hingga hal-hal yang luar biasa, semua karena cinta. Jika mereka marah, tentu karena cinta. Jika mereka bahagia, pasti sebab cinta. Karena cinta mereka berasal dari mata air cinta keabadian. Mata air cinta Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saudara, sahabat, dan terkasih, atas sebentuk cinta. Mewarnai pelangi hari dengan riang dan muramnya. Meniupkan sengkakala semangat di hari-hari kelam. Menghembuskan nafas kesetiaan dalam payung surga. Selalu ada dalam cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pahlawan yang mulia, kami haturkan salam sanjung kami. Atas cintamu, kau bebaskan kami dari pilu ketidakmerdekaan negeri. Wahai pahlawan yang terhormat, kami angkat topi atas segala jasa cintamu pada negeri ini, pada kami, generasi negeri berlimpah cinta, para penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tuan-tuan penjaga rel kereta api, pemantau aktivitas laut dan gunung berapi, pemadam kebakaran, dan semua kalian yang telah menjaga kami atas nama cinta. Kami tahu itu tak sekedar karena sesuap nasi pengganjal perut, atau mungkin ungkapan pengabdian diri pada negeri yang sedang sakit ini, tapi lebih karena cinta. Cintamu pada pekerjaan. Cintamu pada kami, orang-orang yang bahkan seringkali lupa akanmu. Cintamu pada Ia yang telah memberimu kedahsyatan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sekali lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ada karena cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-4554143726348810802?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/4554143726348810802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/11/kita-ada-karena-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4554143726348810802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4554143726348810802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/11/kita-ada-karena-cinta.html' title='Kita Ada Karena Cinta'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-478693923526164908</id><published>2010-09-21T23:58:00.001-07:00</published><updated>2010-09-24T18:55:04.854-07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Sebuah Kehilangan</title><content type='html'>Sebuah kehilangan yang masih menurut kita bukan berarti kehilangan yang sesungguhnya. Karena manusia seringkali menganggap segala miliknya adalah benar-benar miliknya. Tak sadarkah kita bahwa kita tak memiliki apapun, bahkan diri kita sendiri. Kita hanyalah setitik debu yang diciptakan Tuhan, yang kemudian dilengkapi segala kebutuhan dan keinginannya sebagai sebuah pinjaman. Apa yang kita miliki saat ini dalah pinjaman dariNya, yang suatu saat pasti akan diambil kembali.  Karena ketidaksadaran, keserakahan, dan ketidakmengertian itulah kita lebih senang untuk mengklaim apa yang ada pada diri kita saat ini sebagai milik kita dan dihasilkan oleh kita sendiri. Sehingga ketika mereka diambil atau lebih tepatnya diminta kembali,kita menganggapnya sebagai sebuah kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian, kecurian, kebangkrutan, dan lain sebagainya yang sering disebut sebagai penyebab hilangnya sesuatu dari kita menjadi sesuatu yang ditakuti. Segala macam cara di upayakan untuk menghindar dan menjauhkan diri darinya. Kita memang dituntut untuk ikhtiar menghindari sesuatu yang dapat merugikan diri kita, tapi tidak lantas  melupakan pasrah dan tawakkal untuk kemudian percaya pada penjagaan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kesadaran akan muncul ketika kita menyikapi sesuatu yang menurut kita adalah sebuah kehilangan sebagai sebuah pinjaman yang diambil kembali oleh sang pemilik. Seperti halnya ketika kita meminjam buku pada seorang teman untuk kemudian pada saatnya nanti pasti akan dikembalikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau mengira bahwa ia kan sirna&lt;br /&gt;Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa&lt;br /&gt;Rasa kehilangan hanya akan ada&lt;br /&gt;Jika kau pernah merasa memilikinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lyric dari Letto seakan mengiyakan pemahaman kita. Bahwa ketika kita menganggap sesuatu itu adalah milik kita, maka adalah sebuah kehilangan yang akan kita rasakan. Akan tetapi ketika kita menyadari bahwa tak satu pun yang ada pada kita saat ini adalah milik kita, hati akan lebih khusyuk dalam tunduk untuk berkata inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepadaNya kita kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-478693923526164908?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/478693923526164908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/09/menyikapi-sebuah-kehilangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/478693923526164908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/478693923526164908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/09/menyikapi-sebuah-kehilangan.html' title='Menyikapi Sebuah Kehilangan'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7527801528883419242</id><published>2010-09-21T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T18:56:36.264-07:00</updated><title type='text'>Ramadan - Iedul Fitri</title><content type='html'>Sewaktu kecil dulu pak ustadz di TPQ sering bercerita tentang iedul fitri yang dinanti. Katanya, itulah saat kita sebagai manusia dikembalikan pada suatu titik suci seperti bayi yang baru lahir. Tentunya setelah dicuci , bahkan mungkin harus direndam terlebih dahulu, dalam kemurnian dan kemuliaan Ramadan. Aku pun bertanya-tanya, akankah manusia yang selama hampir setahun menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan hidup, bahkan hampir dan mungkin sudah lupa akan hakikat kehidupan, atau mungkin juga lupa akan Penciptanya, masih diberi waktu untuk melebur dan mensucikan diri dalam Ramadan. Bahkan, manusia dalam masa yang hanya satu bulan itu pun masih enggan melepaskan angkuhnya sebagai makhluk lemah untuk segera bersujud dan tunduk pada Sang Penguasa jagat raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan yang dinanti, Ramadan yang dikhianati. Penantian pada Ramadan seakan hanyalah sebatas rindu pada euphoria dan gegap gempita indahnya Ramadan di waktu kecil. Sebuah saat dimana banyak orang merasa nyaman-nyaman saja bermain petasan, berbelanja, dan ngabuburit bersama kawan lama dan yang tercinta. Tentu saja dengan dalih ibadah, sedekah, dan menyemarakkan bulan berkah. Juga sebuah saat dimana suasana malam di sepanjang jalan-jalan kota makin gemerlap oleh orang-orang yang berjualan aneka makanan untuk perut, mata, bahkan nafsu. Pada saat malam itu, setelah seharian tak makan dan minum, menjadi momen balas dendam tak terampunkan. Tapi Allah al Ghofur mengampuni mereka. Allah al Rohman al Rohim begitu menyayangi mereka dan memberi kesempatan yang entah keberapa kalinya, untuk bertaubat dan kembali berpegang pada taliNya. Agar di hari esok, puasa di hari berikutnya, mereka bisa memperbaiki diri,meluruskan hati, dan membenahi jiwa untuk menyambut hari iedul fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iedul fitri berarti kembali kepada fitrah. Kembali kepada hakikat penciptaan. Kembali kepada sebuah ketundukan pada Allah al Fathir. Layaknya baju kusam yang kemudian direndam dan dicuci, manusia menjadi kembali bersih, tetapi itu berlaku jika mencucinya dengan benar-benar. Memang, saat itu manusia tak ubahnya bayi baru lahir yang begitu suci tanpa dosa. Tapi itu hanya berlaku untuk dosa-dosa pada sang Pencipta, tidak berlaku dengan dosa-dosa antar manusia. Itulah sebabnya manusia diperintahkan untuk bersilaturahim, meminta maaf dan memaafkan. Sebuah pekerjaan berat bagi pendendam, tapi sangat menyenangkan bagi pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iedul fitri mulia, iedul fitri penuh karunia. Sejak gema takbir dikumandangkan, suasana semarak hadir dengan semerta. Kegiatan silaturahim, maaf-maafan, dan berjabat tangan di hari lebaran kini begitu jauh terperosok dalam tema sebagai sebuah formalitas tahunan dan ajang pembuktian “gue tuh anak gaul..” dan “ih, loe jadul banget sih!”. Tentu saja dengan bumbu-bumbu saling melempar cela maki dalam selimut joke-joke tak masuk akal, bermotif abstrak yang pastinya tak begitu jelas.&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi pun rupanya  juga mempengaruhi kualitas silaturahim manusia. Maaf-maafan berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya dengan segera digantikan dengan kartu ucapan selamat lebaran yang dihias dan dibentuk sedemikian rupa. Tak berlangsung lama,tradisi itu pun turun tahta seiring dengan ramainya orang menggunakan telepon genggam. Mengucapkan selamat iedul fitri dan meminta maaf pun menjadi semakin efektif dan efisien. Hanya dengan menekan keypad, permintaan maaf tersampaikan. Yang terbaru dan yang paling membuat malu, acara meminta maaf seperti itu mungkin benar-benar akan tenggelam oleh gelombang mahadahsyat trend facebook dan twitter. Hanya dengan beberapa kata maaf yang diindah-indahkan, lima ratus teman, seribu, bahkan lebih, dari seluruh penjuru dunia, akan maklum. Maklum akan kata maaf itu, entah memaafkan atau tidak, karena yang meminta maaf pun tidak diketahui tulus tidaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Tahu. &lt;br /&gt;Hati manusia, bisikan suci dan dengki jiwa, bersih tidaknya noktah hitam dalam kalbu. &lt;br /&gt;Ia Maha Tahu. &lt;br /&gt;Dan hanya Ia yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;Rabbana ighfir lana dzunubana. Rabbana wataqobbal du’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;30 ramadan 1431 H / 09 September 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7527801528883419242?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7527801528883419242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/09/ramadan-iedul-fitri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7527801528883419242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7527801528883419242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/09/ramadan-iedul-fitri.html' title='Ramadan - Iedul Fitri'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-4660434925869841204</id><published>2010-08-11T16:42:00.001-07:00</published><updated>2010-09-28T19:58:17.402-07:00</updated><title type='text'>Fable Kampoeng</title><content type='html'>Dalam tasbih angin menderu di suatu purnama yang bergolak. Sebuah taman yang dibangun oleh orang kota, yang katanya ia sebagai jantung, paru-paru, dan sekaligus wajah. Sebuah taman kota dengan bunga tak banyak macamnya. Sebuah taman milik kota dengan sungai buatan di dalamnya yang bahkan airnya pun tak lebih baik dari selokan. Sebuah taman di tengah kota yang baru saja menjadi saksi atas nyanyian merdu seekor katak malang kepada sosok pujaan. Dalam ribuan malam dengan bintang berjuta ia menanti. Hingga mungkin purnama pun bosan atas ratap dan tatap mata sendunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kupu-kupu bersayap kuning melayang rendah di antara rimbun bunga taman. Ia, yang tak terbantah indah sayapnya, tak terpungkiri anggun lakunya, mulai bermanja-manja pada harum bunga. Bermandi cahaya bulan, ia bercanda dengan lebah sang kawan, berlari dan menari dalam sebuah tatapan pemuja. Begitu tak menyadari atau pura-pura tak menyadarinya, sang kupu bernyanyi riang. Hingga lebah pun menegurnya.”Jangan terlalu keras! Nanti ada laba-laba atau katak yang datang untuk menyantap. Hari-hari seperti ini mereka sedang lapar-laparnya.”&lt;br /&gt;“Ah, biar saja. Mereka pasti akan menyesal jika memakanku. Karena aku hanya akan menjadi selilit di giginya. Mereka juga pasti akan berfikir dua kali untuk memakan kita. Bukankah ada yang lebih gemuk? Hahahaha..” sang kupu menyahut.&lt;br /&gt;“Kau memang tak punya takut. Asal kau tahu saja, dari tadi aku melihat seekor katak melihat kearah kita terus, lebih tepatnya ke arahmu! Saat ini ia akan merasa puas walau hanya sekedar menyantap kupu-kupu kurus dan lebah kecil sepertiku.” Oceh si lebah.&lt;br /&gt;“Mengapa ia tak datang kesini saja dan segera memakan kita? Mengapa malah menunggu dan berharap kita datang menyerahkan diri padanya.” Tanyanya pada lebah yang hanya dijawab oleh gelengan kepala olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu yang sejak lama diam-diam selalu bertanya-tanya atas sikap si katak kembali di buat penasaran. Hingga kini pun ia berada pada puncak rasa ingin tahunya. Maka ia terbang menuju sang empunya jawaban. Ia memang bukan sosok penakut. Ia bahkan tak peduli walau mungkin saja sebelum ia selesai dengan pertanyaannya sang katak sudah melahapnya. Seakan ia memang telah menanti saat-saat ini. Ketika ia dapat bertatap muka dengan sesosok yang selama ini ia tahu selalu memperhatikannya. Ketika ia dapat bertanya atas alasan apa ia tak segera mendatanginya dan mencincang tubuh kurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jarak tak begitu jauh, seekor katak bersila di atas batu buatan di pinggir sungai yang rupanya buatan juga. Seekor kupu-kupu bersayap kuning melayang terbang berputar-putar di atasnya hingga kemudian hinggap di pucuk daun bunga sepatu terdekat dengan batu sang katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai katak! Tidakkah kau lelah berlama-lama diam di tempatmu itu? Tidakkah kau ingin pergi ke tempat aku bermain dan segera menyantapku saja? Apakah dengan menatapku dari jarak yang sedemikian kau sudah cukup kenyang?” Tanya kupu-kupu dengan tak sabar atas sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang katak tersenyum, dan ia pun menggeleng. Kemudian ia menyahut dengan suara yang begitu dalam. “Bagaimana kabarmu , wahai peri kuning?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau lakukan ini? Kau menanyakan kabarku disaat aku begitu penasarannya dengan jawaban atas pertanyaanku tadi? Aku tak akan mempermasalahkan jika kau akan memakanku setelah kau jawab rasa ingin tahuku.” Merah padam wajah sang kupu atas apa yang dilakukan oleh si katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang katak menunduk, menghela napas panjang, untuk kemudian dengan suara lirih tapi cukup terdengar ia menjawab:&lt;br /&gt;“Dengarlah wahai ratu taman, aku tak segera memakanmu memang atas inginku. Aku menggila pada puasa berjuta tahun lamanya jika hanya kau satu-satunya yang tersisa. Bahkan aku akan dengan senang hati kalaupun harus kupotong lidahku hanya agar tak memangsamu. Tapi aku memohon satu hal padamu, jangan kau larang aku untuk memandangimu dari tempatku ini dan dengan jarak yang begitu jauh ini. Agar aku tak lupa atas sebuah rasa yang kumiliki padamu. Biarkan aku mengagumimu. Izinkan aku bermain dalam hasratku padamu. Aku cukup bisa bertahan hanya dengan harapku atasmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengakuan tak pernah terduga. Sepenggal cerita dari negeri maya. Sekelumit kisah tentang rasa. Rekah rona sudut hati senandungkan irama lara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-4660434925869841204?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/4660434925869841204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/fable-kampoeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4660434925869841204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4660434925869841204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/fable-kampoeng.html' title='Fable Kampoeng'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-5897344942616615094</id><published>2010-08-11T16:40:00.001-07:00</published><updated>2010-08-11T16:40:55.197-07:00</updated><title type='text'>Sebatang Pohon Keres di Pinggir Kali</title><content type='html'>Mungkin akulah saksi paling kunci diantara semua saksi kunci&lt;br /&gt;Dalam peristiwa upacara kasih seorang tetangga&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan sayang seorang saudara&lt;br /&gt;Saksi kunci yang benar-benar terkunci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenal baik parang itu&lt;br /&gt;Ia sahabat lamaku&lt;br /&gt;Seringkali kubercanda dengannya kala merapikan ragaku&lt;br /&gt;Tak kusangka, ia juga terlatih untuk menyapih sang madu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ketiakku mereka memadu kasih&lt;br /&gt;Seraya mencium kakiku mereka menyehidupmatikan cinta&lt;br /&gt;Sambil memelukku mereka berjanji akan rasa yang abadi&lt;br /&gt;Dengan air darah mereka siram aku dalam permusuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira memang terlalu sederhana si sumpah&lt;br /&gt;Atau tak berarah cinta matinya&lt;br /&gt;Hingga aku pun kini ikut menderita&lt;br /&gt;Tak seorang pun berkunjung sekedar menjumput merahnya buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayom pelukku mungkin tak sanggup lagi dinginkan hati&lt;br /&gt;Dalam gejolak amarah kala sang kasih menjumput bunga yang lebih wangi&lt;br /&gt;Apalagi ditambah dengan bau basin kali&lt;br /&gt;Yang sepertinya makin hari makin tak dipeduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku,sebatang pohon keres di pinggir kali,&lt;br /&gt;Tak pernah bersedih karena harus ditinggal sendiri&lt;br /&gt;Aku bersedih karena harus menyaksikan segala yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, 17 Juli 2010, &lt;br /&gt;Untuk seorang tetanggaku yang tewas dibacok oleh tetangga sekaligus saudaranya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-5897344942616615094?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/5897344942616615094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/sebatang-pohon-keres-di-pinggir-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5897344942616615094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5897344942616615094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/sebatang-pohon-keres-di-pinggir-kali.html' title='Sebatang Pohon Keres di Pinggir Kali'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-4281107217299530133</id><published>2010-08-11T16:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T16:39:29.292-07:00</updated><title type='text'>Negriku Negri Penuh Misteri</title><content type='html'>Negriku negri penuh misteri&lt;br /&gt;Tak mungkin tampak apa yang menggeliat di dalamnya&lt;br /&gt;Yang ada hanya suara-suara tak bertuan&lt;br /&gt;Begitu ditakuti untuk didengar&lt;br /&gt;Sehingga pura-pura tak dengar pun menjadi pilihan aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negriku negri rawa hisap&lt;br /&gt;Segala kaya akan berubah jadi asap&lt;br /&gt;Semakin ia bergolak semakin cepat ia lenyap&lt;br /&gt;Maka dirasa kali ini lebih baik untuk tidak banyak nyap-nyap&lt;br /&gt;Tak peduli walau kian hari jadi kian senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negriku negri kaya teka-teki&lt;br /&gt;Terpajang berjuta hadiah tuk mengungkap&lt;br /&gt;Tapi mungkin memang lebih indah jika hanya sunyi&lt;br /&gt;Sibuk oleh petunjuk menurun mendatar yang menyekap&lt;br /&gt;Memasang kacamata kuda tuk sekedar menoleh pada airmata Rani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-4281107217299530133?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/4281107217299530133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/negriku-negri-penuh-misteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4281107217299530133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4281107217299530133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/08/negriku-negri-penuh-misteri.html' title='Negriku Negri Penuh Misteri'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-5788451372954911519</id><published>2010-06-03T22:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T20:31:20.511-07:00</updated><title type='text'>Sajak Rindu untuk Ayah</title><content type='html'>Ayah,&lt;br /&gt;Aku minta maaf&lt;br /&gt;Begitu naif hingga melupakanmu&lt;br /&gt;Dalam dalih tak mengenal&lt;br /&gt;Dan tak cukup waktu kita bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Sebenarnya, aku rindu&lt;br /&gt;Entah bagaimana itu adanya&lt;br /&gt;Aku merindu padamu yang nyatanya kau tak banyak kutahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Kata orang, dalam tiadamu kau tahu di sini aku&lt;br /&gt;Maka aku akan berusaha untuk percaya itu&lt;br /&gt;Agar ku merasa,&lt;br /&gt;Kau selalu ada di sampingku ketika aku mewujudkan mimpi-mimpiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Tak terkendali yang berkecamuk dalam kepala ini&lt;br /&gt;Sesal, iri, bahkan marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesal karena melepasmu dari ingatanku&lt;br /&gt;Iri untuk semua yang lebih banyak mengenalmu&lt;br /&gt;Marah pada aku yang telah tak mau tahu atasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Seorang teman bertanya kepadaku&lt;br /&gt;Tidakkah kurindu bermanja-manja denganmu&lt;br /&gt;Kujawab tidak, ayah&lt;br /&gt;Karena aku tak sempat melakukan itu dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Ayah mau kan menunggu kami di surga nanti?&lt;br /&gt;Dalam harmoni men-simfoni&lt;br /&gt;Aku tak ingin sendiri lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;Aku sedang sakit,&lt;br /&gt;Aku menangis,&lt;br /&gt;Aku rindu,&lt;br /&gt;Aku ingin malam ini memimpikanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by. Faizah Abdullah&lt;br /&gt;26 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-5788451372954911519?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/5788451372954911519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/06/sajak-rindu-untuk-ayah-by.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5788451372954911519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5788451372954911519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/06/sajak-rindu-untuk-ayah-by.html' title='Sajak Rindu untuk Ayah'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7252553056875108011</id><published>2010-05-17T01:33:00.001-07:00</published><updated>2010-08-29T20:33:56.791-07:00</updated><title type='text'>Kepada Kawan</title><content type='html'>Aku setuju untuk tidak bergeming atas riuh angin&lt;br /&gt;Maka ketika kian rapuh kuberdiri, kawan&lt;br /&gt;Katakan, “adamu tak berpengaruh akan adanya.”&lt;br /&gt;Maka dengan tangan siap melayang&lt;br /&gt;Aku akan mengangkat yang kiri&lt;br /&gt;Tuk bertopang pada kanan&lt;br /&gt;Kucengkeram dunia diantara jemari kaki&lt;br /&gt;Mungunduh berjuta bintang bahkan matahari&lt;br /&gt;Dan kau tahu kawan?&lt;br /&gt;Mereka berbinar, seperti binar yang kubawa&lt;br /&gt;Mereka tersenyum, seperti senyum yang kudendangkan&lt;br /&gt;Dalam tarian hari-hari cadas&lt;br /&gt;Dalam senandung hati memberangas&lt;br /&gt;Dan jika saat itu tiba kawan, &lt;br /&gt;Duduklah bersamaku&lt;br /&gt;Dalam jamuan sederhanaku&lt;br /&gt;Bercandacengkerama akan sebuah masa&lt;br /&gt;Kau tak pernah tinggalkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;Malang, 2010-05-16&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7252553056875108011?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7252553056875108011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/05/kepada-kawan-by-faizah-abdullah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7252553056875108011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7252553056875108011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/05/kepada-kawan-by-faizah-abdullah-aku.html' title='Kepada Kawan'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-2287904487079184895</id><published>2010-04-13T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T20:36:15.422-07:00</updated><title type='text'>Sajak Batuta</title><content type='html'>Aku mencarinya kemana-mana&lt;br /&gt;Dalam saku berlubang&lt;br /&gt;Di balik topi kusam&lt;br /&gt;Di antara debu berdebam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak batuta_ku menghilang&lt;br /&gt;Sejak longsor lalu&lt;br /&gt;Kutemukan ia tertimbun dalam layu&lt;br /&gt;Apa kali ini ia hanyut?&lt;br /&gt;Oleh banjir bandang tak hendak surut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar riuh bayi bence disuapi induknya&lt;br /&gt;Mungkinkah itu sajak batuta_ku dimakannya?&lt;br /&gt;Kutengok ikan gabus tambun tampak mulutnya bernoda&lt;br /&gt;Ah, akan kucincang kau&lt;br /&gt;Dan kukeluarkan semua isi perutmu&lt;br /&gt;Jika tak kau kembalikan sajak batuta_ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-2287904487079184895?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/2287904487079184895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/04/sajak-batuta-by-faizah-abdullah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/2287904487079184895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/2287904487079184895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/04/sajak-batuta-by-faizah-abdullah-aku.html' title='Sajak Batuta'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7226036796992565773</id><published>2010-03-31T17:31:00.001-07:00</published><updated>2010-08-29T20:38:43.143-07:00</updated><title type='text'>Ekspresi</title><content type='html'>Kalau prenjak berkicau pagi&lt;br /&gt;Apa iya ia gembira?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau itu ratapan sedihnya?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau itu luapan tangisnya?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau itu teriakan amarahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas ayah sayang, pergi tak kembali&lt;br /&gt;Atas bunda cinta, hanyut dalam riuh pagi&lt;br /&gt;Atas kasih hati, berpaling pada nuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7226036796992565773?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7226036796992565773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/ekspresi-byfaizah-abdullah-kalau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7226036796992565773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7226036796992565773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/ekspresi-byfaizah-abdullah-kalau.html' title='Ekspresi'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7248676327480126884</id><published>2010-03-31T17:25:00.001-07:00</published><updated>2010-08-29T20:47:35.893-07:00</updated><title type='text'>Ada dan Tiada</title><content type='html'>Kembali dalam ada-ku yang lalu&lt;br /&gt;Ada dalam ke-tiada-an-ku&lt;br /&gt;Aku ada karena tiada-ku&lt;br /&gt;Entah adakah itu?&lt;br /&gt;Atau tiadakah lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah beda ada dan tiada&lt;br /&gt;Ada ada karena ada tiada&lt;br /&gt;Tiada ada karena ada ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7248676327480126884?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7248676327480126884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/ada-dan-tiada-by-faizah-abdullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7248676327480126884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7248676327480126884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/ada-dan-tiada-by-faizah-abdullah.html' title='Ada dan Tiada'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-4353596774949724527</id><published>2010-03-31T17:20:00.001-07:00</published><updated>2010-08-29T20:51:13.426-07:00</updated><title type='text'>Mencari?</title><content type='html'>Mencari duniaku sendiri&lt;br /&gt;Dalam lingkupku sendiri&lt;br /&gt;Seakan aku sendiri&lt;br /&gt;Dan mungkin memang sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah kawan, aku mengajakmu&lt;br /&gt;Orang bilang: aku butuh tolongmu&lt;br /&gt;Menoleh sekejap padaku&lt;br /&gt;Temukan aku dalam aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-4353596774949724527?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/4353596774949724527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/mencari-by-faizah-abdullah-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4353596774949724527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/4353596774949724527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/mencari-by-faizah-abdullah-mencari.html' title='Mencari?'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-8156195638651828988</id><published>2010-03-04T21:12:00.001-08:00</published><updated>2010-08-29T20:53:50.914-07:00</updated><title type='text'>Kembali</title><content type='html'>Bukanlah temu ini inginku&lt;br /&gt;Begitu sunyi dalam riuh&lt;br /&gt;Begitu semarakdalam senyap&lt;br /&gt;Kau pergi dengan hanya fana tersengal&lt;br /&gt;Aku datang dengan rapuhku dalam sesal&lt;br /&gt;Aku meradang dalam rindu&lt;br /&gt;Saat kenangan itu menyerbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam senyummu&lt;br /&gt;Kau curahkan ikhlas&lt;br /&gt;Dalam petunjukkmu&lt;br /&gt;Kau pancarkan tegas&lt;br /&gt;Dalam segala sabarmu&lt;br /&gt;Kau tundukkan culas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Ning,&lt;br /&gt;Aku merindumu&lt;br /&gt;Tapi Ia begitu sayang padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In memoriam,&lt;br /&gt;Ibunyai Hj. Lathifah Mahfudz.&lt;br /&gt;Wafat: Rabu, 3 Maret 2010 / pukul 21.15 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-8156195638651828988?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/8156195638651828988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/kembali-by-faizah-abdullah-bukanlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8156195638651828988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/8156195638651828988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/kembali-by-faizah-abdullah-bukanlah.html' title='Kembali'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-5782314805713211623</id><published>2010-03-04T21:09:00.000-08:00</published><updated>2010-08-29T20:58:59.810-07:00</updated><title type='text'>Song of Heaven</title><content type='html'>Seringkali kupeluk cium sang embun&lt;br /&gt;Hanya tuk merasakan sejukmu&lt;br /&gt;Kerapkali kubercanda pada semilir &lt;br /&gt;Hanya tuk merasakan belaimu&lt;br /&gt;Tak pernah lepas sandarku pada tebing&lt;br /&gt;Hanya tuk teladani tegarmu&lt;br /&gt;Aku ada pada sabit hingga purnama&lt;br /&gt;Hanya tuk merasakan dekapanmu&lt;br /&gt;Tak bercelah kulafalkan lagu rindu hanya untukmu,&lt;br /&gt;Bunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Faizah Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-5782314805713211623?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/5782314805713211623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/song-of-heaven-by-faizah-abdullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5782314805713211623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5782314805713211623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/03/song-of-heaven-by-faizah-abdullah.html' title='Song of Heaven'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-1065288091532669737</id><published>2010-02-26T21:04:00.000-08:00</published><updated>2010-08-29T21:06:32.998-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: #351c75; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #351c75; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Naif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;by: Faizah Abdullah&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tersembunyi rapi dalam lubaiba hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secuil borok atas busuknya benci&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benci pada sebuah kata 'past&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benci akan masa lalu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benci yang seakan tak pernah rasakan indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walau berjuta pesona telah terrenda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Layaknya mendung hitam tutupi megahnya surya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan karena begitu pedih, muram atau durja sang masa lalu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi hati yang sulit memaafkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akan terpelesetnya kaki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan atau terkilirnya jemari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka jika kau berada di hari kemarinku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersiaplah menjadi bagian borok hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Asal kau tahu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya masa kini yang kuanggap ada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena besok atau mungkin setelah ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku kan tiada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #351c75; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-family: inherit;"&gt;Sidoarjo,21 Feb 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-1065288091532669737?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/1065288091532669737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/02/maaf-by-faizah-abdullah-tersembunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/1065288091532669737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/1065288091532669737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2010/02/maaf-by-faizah-abdullah-tersembunyi.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7024557908880430484</id><published>2009-12-19T19:16:00.000-08:00</published><updated>2011-06-19T01:11:29.856-07:00</updated><title type='text'>Lena,</title><content type='html'>by: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kata&lt;br /&gt;Kuulagi beratus kali&lt;br /&gt;Nasihat ayah di masa kanakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap belaian&lt;br /&gt;Kueja dalam derap hati&lt;br /&gt;Kasih bunda di kala itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap cambuk&lt;br /&gt;Kuberpeluk destinasi&lt;br /&gt;Papah tuntun guruku sebuah petikan syahdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kubermain api pengabaian&lt;br /&gt;Lama kulontarkan kerikil tak acuh&lt;br /&gt;Lama kuberjauh dari cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai nurani&lt;br /&gt;Tengoklah kami di sini&lt;br /&gt;Yang merenggut masa depan&lt;br /&gt;Di antara debu jalanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7024557908880430484?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7024557908880430484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/lena-by-faizah-abdullah-setiap-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7024557908880430484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7024557908880430484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/lena-by-faizah-abdullah-setiap-kata.html' title='Lena,'/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7799584270924890719</id><published>2009-12-14T23:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T00:05:42.410-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Senandung Sunyi &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;by: Faizah Abdullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Entah bilamana saat itu tiba, kakakku,,&lt;br /&gt;Kuingin kau tetap menjadi telinga lara dan senangku&lt;br /&gt;Entah bilamana saat itu tiba, kakakku,,&lt;br /&gt;Kuingin nasehat dan dukunganmu tetap untukku&lt;br /&gt;Entah bilamana saat itu tiba, kakakku,,&lt;br /&gt;Dalam senyummu, ceriamu, bahagiamu, atau bahkan marah dan kesalmu.&lt;br /&gt;Kau tetap sayang aku&lt;br /&gt;Dan entah kapanpun itu, kakakku,,&lt;br /&gt;Aku adikmu&lt;br /&gt;Kau kakakku&lt;br /&gt;Tetap seperti dulu&lt;br /&gt;Takkan berubah sedikitpun&lt;br /&gt;Doaku untukmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Membunuh cemburuku&lt;br /&gt;Pasti berusaha merelakanmu..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7799584270924890719?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7799584270924890719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/bilamana-by-faizah-abdullah-entah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7799584270924890719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7799584270924890719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/bilamana-by-faizah-abdullah-entah.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-7046041782597539569</id><published>2009-12-10T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T23:36:07.221-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cleopatra pun berucap,”Aku mencintaimu karena telah menjadikanku seorang ratu”.&lt;br /&gt;”Tapi ratu hanya mencintai raja”, balas Caesar.&lt;br /&gt;”Aku akan membuat semua orang yang kucintai menjadi raja. Aku akan menjadikanmu seorang raja. Aku akan memiliki beberapa raja muda, yang gagah dan tegap, lengan yang kuat. Jika aku bosan padanya, aku akan menyihirnya agar mati. Tapi kau akan selalu menjadi rajaku. Raja tuaku, yang gagah, bijiksana dan baik.”&lt;br /&gt;”Sungguh kau telah menaklukkan Julius Caesar, wahai Cleopatra, seorang kaisar Romawi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-7046041782597539569?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/7046041782597539569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/cleopatra-pun-berucapaku-mencintaimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7046041782597539569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/7046041782597539569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/12/cleopatra-pun-berucapaku-mencintaimu.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-6166257402950555137</id><published>2009-11-23T18:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T18:26:29.285-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Benang Kusut Itu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;by: faizah abdullah&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Aku pernah begitu bahagia&lt;br /&gt;Indahnya dunia kusemarakkan dengan canda tawa&lt;br /&gt;Kudendangkan pula irama syahdu cakrawala&lt;br /&gt;Tak ubahnya nyanyian burung Jonggring Saloka&lt;br /&gt;Yang selalu enggan tuk sekedar melayang di atas bumi Marcapada&lt;br /&gt;Aku pun buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah merasakan suntuk dan inginkan hening&lt;br /&gt;Membisu dan menyendiri pun kujalani&lt;br /&gt;Bahkan kuhindari semua bentuk bunyi&lt;br /&gt;Rengek tangis dunia tak kupeduli&lt;br /&gt;Dan aku pun tuli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun pernah merindu&lt;br /&gt;Rindu pada makhluk kubilang&lt;br /&gt;Besar harapan tuk sapa dalam temu&lt;br /&gt;Tapi hingga tiba saat itu&lt;br /&gt;Tak unjung kusunggingkan senyum&lt;br /&gt;Karena ternyata entah pada siapa aku merindu&lt;br /&gt;Maka aku pun bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku buta, tuli, juga bisu&lt;br /&gt;Jalan yang tak pernah kutahu bagaimana harus ditempuh&lt;br /&gt;Makin tak dapat kusentuh&lt;br /&gt;Begitu gelap, sunyi, dan sendiri&lt;br /&gt;Dan aku pun mengangguk dan menggeleng dalam ke_entah_an&lt;br /&gt;Rabbiy nawwir qolby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang ada bimbang di situ&lt;br /&gt;Ada resah, gelisah, dan tak tahu akan arah&lt;br /&gt;Layaknya benang kusut !&lt;br /&gt;Yang harus dengan sangat sabar dan telaten mengurai itu&lt;br /&gt;Hati manusia memang begitu&lt;br /&gt;Butuh campur tangan Sang Lathif Rabbul 'Izzah&lt;br /&gt;Untuk mengurai ketegangan hati&lt;br /&gt;Mengurai keruwetan hati&lt;br /&gt;Mengurai ke_tidak mengerti_an hati&lt;br /&gt;Mengurai debu-debu penggoyah hati&lt;br /&gt;Ya Muqolliba_l quluub tsabbit qolby 'ala diinik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu, suntuk, dan bahagia itu tak pernah berarah pada makhluk&lt;br /&gt;Apalah daya makhluk ?1&lt;br /&gt;Definisi yang lahir dari kekonyolan diantara makhluk&lt;br /&gt;Rupanya ini hasil ke-edan-an makhluk&lt;br /&gt;Hanya kepada Sang Khalik&lt;br /&gt;Allah ash-Shomad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;br /&gt;Aku datang dan memohon dalam dzikr&lt;br /&gt;Sesuai janjiMu ya Rabb&lt;br /&gt;فاذكرونى أذكركم&lt;br /&gt;Maka dzikirkanlah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم أنت ربى لااله الا أنت خلقتنى و أنا عبدك و أنا على عهدك ووعدك مااستطعت&lt;br /&gt;أعوذبك من شر ما صنعت, أبؤلك بنعمتك على و أبؤ بذىبى فاغفرلى فانه لاىغفر الذنوب الا أنت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo,&lt;br /&gt;17 september 2009/27 Romadlon 1430 H&lt;br /&gt;Menghancurkan gamang hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-6166257402950555137?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/6166257402950555137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/benang-kusut-itu-by-faizah-abdullah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6166257402950555137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6166257402950555137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/benang-kusut-itu-by-faizah-abdullah-aku.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-5465710751611196610</id><published>2009-11-22T21:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T18:37:02.603-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TAMU&lt;br /&gt;by: faizah abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang.&lt;br /&gt;Aku pergi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;pernah suatu ketika kita tidak bisa mengerti sama sekali apa yang kita rasa. cukup sinting kita dibuatnya hingga harus jungkir balik, meremas, membanting apa saja. sampai kau temukan satu dua kata, yang entah dari mana datangnya dan ternyata cukup ampuh mewakili segalanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;itu pula yang aku rasakan saat kutemukan oret-oretan kecil ini di sudut nyelempit sebelah kanan kepala dekat telinga kiriku. sempat kutuliskan di status facebook. dan ajaib saja, lenyap semuanya, luruh seketika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku menangis, hanya sebentar untuk kemudian kembali tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-5465710751611196610?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/5465710751611196610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/tamu-by-faizah-abdullah-selamat-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5465710751611196610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/5465710751611196610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/tamu-by-faizah-abdullah-selamat-datang.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-9113899499532779850</id><published>2009-11-18T22:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T20:04:02.197-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Penantianku&lt;br /&gt;by: Faizah Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantianku indah&lt;br /&gt;Entah berdetik hingga tahun pun itu&lt;br /&gt;Dengan tetap, masih, dan akan terus menanti&lt;br /&gt;Pada suatu masa&lt;br /&gt;Titik itu tiba&lt;br /&gt;Aku selalu disini&lt;br /&gt;Menanti&lt;br /&gt;Tak perdulikan akhir&lt;br /&gt;Berbekal yakinku&lt;br /&gt;Pada kala&lt;br /&gt;Titik itu tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oret-oretan kecil saat menunggu perpustakaan buka. cukup lama untuk orang yang kurang sabar sepertiku. tapi, saat itu entah mengapa, aku menikmati penantianku. berdetik, menit, jam pun.. aku tak bosan. Padahal tak terlalu penting juga pergiku ke tempat itu. hanya ingin menghabiskan waktu siangku dengan buku. aku pun tak sedang bersama siapapun.saat itu yang kupikirkan hanya: tak ada guna aku bosan menanti, toh waktu tak akan datang lebih cepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-9113899499532779850?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/9113899499532779850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/penantianku-by-faizah-abdullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/9113899499532779850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/9113899499532779850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/penantianku-by-faizah-abdullah.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-6084246817858407735</id><published>2009-11-18T21:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T20:27:35.914-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI  HARI&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sapardi Djoko Damono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari  matahari mengikutiku di belakang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang  memanjang di depan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku dan  matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan  bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku dan  bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan  di depan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;being surprised bukan main waktu pertama kali membaca puisi ini. berasal dari sesuatu yang benar-benar dekat dengan kita, selalu kita alami, bahkan mungkin setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku pun pernah suatu ketika, pulang kuliah, hari yang sangat cerah, terlalu cerah malah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku berjalan menunduk, bukan mencari uangku yang jatuh, aku melihatnya ada di depanku. kecil saja, tak terlalu panjang juga, mengikuti segala gerak-gerikku. semakin cepat kukejar, semakin cepat ia melaju. aku hanya ingin bertanya, apa yang ia inginkan sehingga selalu mengikutiku seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;cukup gila mungkin harus bertanya seperti itu pada bayang-bayangku sendiri. apa tidak ada hal lain yang lebih gila?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;kurasa tidak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ia akan selalu ada. antara kau, cahaya, dan bayang-bayang. sebagai kawan dalam kesendirianmu. sebagaimana seorang teman dalam hidupmu, yang akan selalu ada untukmu selama ada cahaya kepercayaan dan kesetiaan dalam dirimu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-6084246817858407735?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/6084246817858407735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/berjalan-ke-barat-waktu-pagi-hari-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6084246817858407735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/6084246817858407735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/berjalan-ke-barat-waktu-pagi-hari-oleh.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8372626851398076425.post-768597212067585951</id><published>2009-11-18T21:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T20:42:35.235-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS;"&gt;AKU INGIN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;Oleh : Sapardi Djoko Damono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan  sederhana&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;dengan kata yang tak  sempat diucapkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;kayu kepada api  yang menjadikannya abu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan  sederhana&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;dengan isyarat yang tak  sempat disampaikan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-small;"&gt;awan kepada  hujan yang menjadikannya tiada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;INDAH. satu kata yang terlintas begitu saja dibenak pembaca dua bait karya pak SDD ini. bagaimana tidak, bukanlah cinta yang sederhana jika harus sampai mengorbankan dirinya seperti yang&amp;nbsp; dilakukan si kayu pada api. bukan cinta yang sederhana pula jika harus mempersilahkan yang dicinta untuk meniadakan dirinya. tidak hanya sejenak, cukup lama aku tertegun menatap tiap baris, kalimat, dan kata pada puisi ini. betapa dahsyat cinta yang ditawarkan. betapa agung cinta yang dipersembahkan. dan aku.. kagum. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8372626851398076425-768597212067585951?l=faizahabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/feeds/768597212067585951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/sapardi-djoko-damono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/768597212067585951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8372626851398076425/posts/default/768597212067585951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://faizahabdullah.blogspot.com/2009/11/sapardi-djoko-damono.html' title=''/><author><name>Faizah Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15322619223267996154</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/-j6nyydca100/TtoHQnB916I/AAAAAAAAAKk/gi_4rY5kwwU/s220/DSC-0209.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
